DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

Cara Penanganan Limbah Peternakan Ayam

Banyak industri peternakan ayam yang mengabaikan cara penanganan limbah yang baik sehingga menimbulkan pencemaran dan mengganggu lingkungan. Padahal, dalam analisis mengenai dampak lingkungan, sebuah industri harus menyertakan metode atau cara penanganan limbah sehingga tidak menimbulkan dampak negatif baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya.

Beberapa dampak negatif peternakan ayam, di antaranya adalah sebagai berikut.
•    Polusi udara. Polusi berupa bau menyengat yang timbul dari proses aktivitas mikroorganisme pada sisa-sisa pakan maupun kotoran ternak.
•    Mengganggu kesehatan. Lalat banyak mengerumuni lingkungan kandang yang tidak terjaga kebersihannya. Lalat tersebut menyebarkan penyakit yang mengganggu kesehatan.
•    Endemi penyakit. Flu burung yang belakangan ramai dibicarakan, adalah jenis penyakit ganas yang virusnya berkembang pada populasi ayam.

Peternakan ayam yang tidak mengindahkan kebersihan dan pengelolaan limbah sering menjadi tempat berkembangnya virus tersebut.
Apabila cara penanganan limbah peternakan ayam diolah dengan tepat, permasalahan tersebut bisa diatasi. Bahkan, cara penanganan limbah ekonomis berpeluang meningkatkan penghasilan.

Cara Penanganan Limbah – Limbah Ekonomis

Berdasarkan nilai ekonomis setelah pengolahan, limbah bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah ekonomis dan non-ekonomis.
Limbah ekonomis adalah limbah yang bisa diproses menjadi produk baru yang memiliki nilai jual, sedangkan limbah non-ekonomis tidak. Cara penanganan limbah non-ekonomis hanya ditujukan agar limbah mudah diuraikan dan tidak mencemari lingkungan.
Pada peternakan ayam, salah satu limbah ekonomis adalah kotoran ternak yang secara praktis bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Namun belakangan ini, mulai dikembangkan teknologi yang berfungsi meningkatkan nilai ekonomis. Kotoran ternak bisa diproses menjadi produk lain yang nilai jualnya lebih tinggi.
Dari kotoran ayam, ada beberapa produk yang bisa diperoleh, yaitu gas bio, pupuk padat, dan pupuk cair.

Cara Penanganan Limbah – Gas Bio

Gas bio adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme. Pada hewan ternak sapi dan kambing, misalnya, kotorannya mengandung mikroba tertentu yang secara otomatis berproses membentuk gas bio. Dalam teknik lingkungan, kotoran tersebut dicampur dengan air, kemudian dimasukkan ke dalam tangki pencerna gas bio.

Kotoran ayam tidak tidak mengandung mikroba sebagaimana dalam kotoran sapi. Karena itu, perlu pemrosesan lebih lanjut agar kotoran ayam bisa digunakan untuk memproduksi gas bio. Cara penanganan limbah ini yaitu dengan memasukkan ragi ke dalam kotoran ayam tersebut. Ragi berupa kotoran yang telah diproses sebelumnya dan memiliki kandungan mikroba cukup, sehingga berfungsi sebagai strarter.
Cara Penanganan Limbah – Pupuk Padat
Kotoran ayam secara otomatis bisa digunakan sebagai pupuk. Namun, dalam cara penanganan limbah, pupuk padat yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan siap pakai. Pupuk tersebut merupakan endapan limbah dalam proses pembuatan gas bio.

Pada pupuk padat endapan tersebut, telah terjadi proses oksidasi oleh udara. Dampak terhadap pembaruan unsur hara tanah bisa lebih maksimal. Indikasi pupuk padat yang baik adalah warnanya yang kehitam-hitaman menyerupai tanah dan tidak mengeluarkan bau menyengat.

Dalam proses pengolahan gas bio, limbah yang telah dicampur dengan air, dilakukan penyaringan menggunakan media pasir dan kerikil. Endapan di atas lapisan pasir inilah yang akan diproses menjadi pupuk padat, sedangkan rembesannya akan diproses menjadi pupuk cair.
Cara Penanganan Limbah – Pupuk Cair
Rembesan air dalam proses pengendapan gas bio memerlukan cara penanganan limbah lanjutan untuk bisa digunakan sebagai pupuk cair. Caranya dengan melakukan oksidasi pada kolam untuk meningkatkan kandungan oksigennya. Proses ini memakan waktu sekitar seminggu.

Setelah itu, limbah cair diberi bibit ganggang Chlorella untuk meningkatkan oksidasi. Di sisi lain, ganggang tersebut bisa dipanen untuk campuran pakan ayam karena mengandung protein dalam jumlah cukup tinggi. Bisa juga digunakan untuk makanan ikan.

Cara Penanganan Limbah Peternakan Ayam

Limbah adalah sisa aktivitas yang berasal dari makhluk hidup, misalnya limbah peternakan ayam. Ada beberapa bentuk limbah dalam peternakan ayam, yaitu limbah padat dan limbah cair. Bentuk limbah padat dari peternakan ayam adalah kotoran ayam, limbah krsital (kotoran ayam di kandang postal yang tercampur dengan litter), kerabang telur, bangkai ayam, dan DOC afkir di unit penetasan. Sementara itu, limbah cair dari peternakan ayam adalah air bekas pencucian kandang dan peralatan, air bekas sanitasi, dan air minum ayam.
Lalu, bagaimana cara penanganan limbah peternakan ayam ini? Ada banyak cara penanganan limbah peternakan ayam. Cara penanganan limbah peternakan ayam dapat dilakukan dengan membuat saluran pembuangan berbentuk saluran air atau selokan untuk limbah cair. Cara penanganan limbah cair peternakan ayam yaitu dengan cara membuang kotoran ayam ke unit pengolahan limbah atau unit cara penanganan limbah.
Cara penanganan limbah peternakan ayam ini di antaranya memasukkan limbah kristal ke dalam karung kemudian dijual kepada para petani. Cara penanganan limbah peternakan ayam dengan cara ini menguntungkan kedua belah pihak, baik petani maupun para peternak ayam. Para petani membeli limbah ini untuk digunakan sebagai pupuk tanaman sayur dan juga diolah menjadi kompos.
Bagaiamana dengan cara penanganan limbah penetasan berupa kerabang telur? Sebenarnya kerabang ini masih bisa diolah lagi dan tidak diperlukan cara penanganan limbah untuk kerabang ini. Namun, biaya pengolahan limbah penetasan berupa kerabang telur ini lebih besar daripada nilai jual produk yang dihasilkan. Oleh sebab itulah, cara penanganan limbah ini trepaksa dilakukan.
Cara penanganan limbah kerabang telur ini dilakukan dengan cara dibuang atau dijadikan campuran pakan itik. Sementara itu, cara penanganan limbah DOC afkir dilakukan dengan cara memusnahkannya atau dijual untuk pakan ikan lele.
Cara penanganan limbah peternakan ayam dengan cara diolah sangat bermanfaat untuk menekan pencemaran lingkungan. Cara penanganan limbah peternakan ayam berupa pengolahan yang dilakukan dengan benar juga akan meningkatkan kualitas dari limbah itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara penanganan limbah peternakan ayam bisa dengan cara pembuatan kompos.

Cara penanganan limbah peternakan ayam berupa pembuatan kompos memerlukan sejumlah bahan baku. Bahan baku untuk pembuatan kompos, yaitu:
•    limbah organik (kotoran ayam) sebanyak 83%;
•    abu sebanyak 10%;
•    serbuk gergaji (kayu lunak) sebanyak 5 %;
•    kalsit sebannyak 3%; dan
•    bakteri pengurai (stardec) sebanyak 0,25%.

Teknik dan cara penanganan limbah seperti ini dilakukan dengan cara menyatukan kotoran ayam yang telah dicampur dengan serbuk gergaji serta dicampur juga dengan bahan lainnya. Setelah itu, susunlah secara berlapis-lapis. Susunan ini kemudian diaduk sampai homogen dan dibiarkan dengan tumpukan yang tingginya minimal satu meter. Sementara itu, pembalikan dikerjakan sekali dalam satu minggu dan kompos akan jadi setelah delapan kali pembalikan.

Cara Penanganan Limbah – Perlu Sosialisasi

Banyak pihak yang belum mengetahui potensi ekonomi dari limbah peternakan ayam. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya aktif dari pemerintah terkait dalam mensosialisasikan cara penanganan limbah dengan lebih ekonomis.
Saat ini, teknologi cara penanganan limbah telah banyak berkembang. Misalnya dengan adanya mesin pengaduk bokasi sederhana dengan penggerak motor bensin 3,5 PK. Mesin semacam ini terbilang efektif untuk proses awal cara penanganan limbah.
Mesin yang dilengkapi pisau pengaduk, corong, bingkai, dan motor penggerak ini memiliki kapasitas 400 kg bahan bokasi/jam. Sangat tepat untuk cara penanganan limbah industri menengah kecil. Dan diharapkan bisa mengurangi keengganan pemilik peternakan dalam mengelola limbahnya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: