DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan

STRUKTUR ORGANISASI


Dinas Peternakan dan Perikanan , terdiri dari :

a.  Kepala Dinas;

b.  Sekretariat :

1.  Sub Bagian  Perencanaan;

2.  Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ;

3.  Sub Bagian Keuangan.

c.  Bidang  Peternakan :

1.  Seksi Produksi Peternakan;

2.  Seksi Penyebaran dan Pengembangan;

3. Seksi Kesehatan Hewan dan Keswan dan Kesmavet.

d.  Bidang Perikanan:

1.  Seksi Produksi Perikanan;

2.  Seksi Pembenihan;

3.  Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan.

e.  Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi:

1.  Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan;

2.  Seksi Penerapan Tehnologi;

3.  Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi.

f.   Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil;

1.  Seksi Permodalan dan Perkreditan;

2.  Seksi Pengolahan Hasil;

3.  Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan Usaha.

g.   Kelompok Jabatan Penyuluh.

h.  UPTD.

1. KEPALA DINAS

1)  Dinas Peternakan dan Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, mempunyai tugas memimpin Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang dalam hal melaksanakan urusan Peternakan dan Perikanan dan penyelenggaraan pelayanan sesuai bidang tugasnya.

(2)Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, mempunyai fungsi:

  1. Perumusan  kebijakan Dinas Peternakan dan Perikanan;
  2. Penyusunan  rencana strategik Dinas Peternakan dan Perikanan;
  3. Penyelenggaraan pelayanan  umum di bidang peternakan,  perikanan, kelembagaan dan penerapan tehnologi dan pengolahan dan pemasaran hasil;
  1. Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan program dan kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan;
  2. Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan.


Uraian Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan , adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan dan Mengajukan rencana strategik dan  program  kerja dinas yang sesuai dengan visi  misi daerah;
  2. Mengkoordinasikan perumusan dan  penyusunan program  kerja dinas sesuai bidang tugasnya;
  3. Menyelenggarakan rencana strategik dan  program  kerja dinas;
  4. Menyusun  peta pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimasi dan pengendalian lahan peternakan dan perikanan  di wilayah kabupaten;
  5. Menetapkan dan  mengawasi penyelenggaraan kegiatan kelembagaan, penerapan tehnologi serta pengolahan dan pemasaran hasil;
  6. Menetapkan sentra komoditas peternakan dan perikanan  wilayah kabupaten;
  7. Menetapkan potensi dan pengelolaan lahan peternakan dan perikanan di wilayah kabupaten;
  8. Menyelenggarakan bimbingan penerapan sistem informasi peternakan dan perikanan  wilayah kabupaten;
  9. Menyelenggarakan promosi bidang peternakan dan perikanan untuk meningkatkan produksi di wilayah kabupaten;
  10. Mengawasi harga produksi peternakan dan perikanan  wilayah kabupaten;
  11. Membina dan  mengembangkan  karir  tenaga penyuluh serta pelayanannya kepada masyarakat sesuai bidang tugasnya maupun dalam  rangka kepentingan Pemerintah Daerah;
    1. Mengarahkan pelaksanaan program  kerja Dinas Peternakan dan Perikanan;
    2. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan

Karier;

  1. Membina pelaksanaan Program waskat di lingkungan Dinas;
  2. Memberi saran dan Pertimbangan Teknis kepada Bupati;
  3. Membina pelaksanaan tugas-tugas unit Pelaksana Teknis Dinas dan Tenaga Penyuluh;
    1. Mengembangkan usaha-usaha pengolahan, pemasaran dan permodalan usaha peternakan dan perikanan;
      1. Melaporkan  hasil  Pelaksanaan tugas kepada Bupati;
      2. Melaksanakan   tugas  lain yang diberikan oleh Bupati.

 

2. SEKERTARIS DAERAH

(1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris, mempunyai tugas melaksanakan urusan umum  dan ketatalaksanaan bidang kepegawaian, keuangan serta perencanaan Dinas Peternakan dan Perikanan

(2)Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan kebijakan teknis administrasi kepegawaian, administrasi keuangan perencanaan pelaporan dan urusan rumah tangga;

b.   Penyelenggaraan Kebijakan administrasi umum;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan program dan  kegiatan Sub bagian;

d.   Penyelenggaraan  evaluasi  program dan kegiatan sub bagian.

Pasal 5

Uraian Tugas Sekretaris , adalah sebagai berikut:

  1. Merencanakan operasionalisasi pengelolaan Administrasi Umum dan Kepegawaian , perencanaan dan  pelaporan, serta keuangan;
  2. Memberi  tugas kepada bawahan  dalam  pengelolaan  urusan Administrasi Umum dan  kepegawaian , perencanaan dan pelaporan serta keuangan;
  3. Mempelajari dan menelaah peraturan dan perundang-undangan dan naskah dinas dibidang tugasnya;
  4. Melaksanakan  koordinasi dengan  kepala bidang dan  sub bagian  dalam  melaksanakan tugas;
  5. Melaksanakan  urusan umum, kepegawaian, surat-menyurat, Inventarisasi dan perlengkapan Perencanaan dan pelaporan serta rumah tangga Dinas;
  6. Melaksanakan  urusan keuangan;
  7. Menyelenggarakan urusan perawatan dan perlengkapan  peralatan dinas;
    1. Menerima naskah / surat surat Dinas yang masuk, mencatat, mendistribusikan ke Bagian – bagian;
    2. Menyimpan data / arsip naskah Dinas keluar / masuk;
    3. Merencanakan, melayani dan memelihara kebutuhan peralatan / perlengkapan sub bagian;
    4. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan kerumah tanggaan sub bagian;
    5. Mempersiapkan bahan dan menyusun laporan sesuai bidang tugas, sebagai bahan Pimpinan;
    6. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;
    7. Memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan;
    8. Mengevaluasi tugas yang diberikan  kepada  kepala sub bagian;
    9. Menyusun Laporan  hasil kegiatan;
    10. Melaksanakan  tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan.

3. Sub Bagian Perencanaan

(1) Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian, mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, pengumpulan dan penyiapan bahan sesuai kebutuhan perencanaan Dinas.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Perencanaan  mempunyai fungsi :

a.   Pelaksanaan kebijakan teknis sub bagian;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan sub bagian;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan  Staf dalam lingkup Sub bagian;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Sub Bagian.


Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Perencanaan  , adalah sebagai berikut:

a.   Menyusun  rencana operasionalisasi kegiatan kerja sub bagian Perencanaan;

b.   Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk kepada staf;

c.   Menyusun rencana perjalanan Dinas Peternakan dan Perikanan;

d.   Mengendalikan rencana tahunan;

e.   Merencanakan kebutuhan sarana dan  prasarana Dinas meliputi pemeliharaan gedung, pemeliharaan peralatan;

f.    Menyiapkan bahan laporan bulanan, triwulan dan tahunan;

g.   Mengumpulkan dan mengolah data laporan hasil kegiatan Dinas;

  1. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan dan penyajian data statistik serta informasi Dinas;

i.    Melaksanakan penyusunan bahan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas ;

  1. Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan Dinas;
  2. Melaksanakan Penyusunan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas ;

l.    Melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan RAK / DPA  Dinas;

m. Melaksanakan  inventarisasi permasalahan penyelenggaraan program dan kegiatan;

o.   Mengevaluasi hasil program  kerja;

p.   Membuat laporan  hasil kegiatan;

q.  Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.


4. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian


(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian, mempunyai melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, perpustakaan, dokumentasi, perlengkapan dan urusan rumah tangga Dinas.

(2)  Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian umum dan kepegawaian mempunyai fungsi :

a.   Pelaksanaan kebijakan teknis Sub Bagian;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Sub Bagian;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan Staf dalam lingkup Sub Bagian;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan Staf  lingkup Sub Bagian.


Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian  , adalah sebagai berikut:

  1. Membuat rencana operasionalisasi program kerja Sub Bagian umum dan Kepegawaian;
  2. Mengendalikan surat masuk dan surat keluar, arsip, kegiatan pengetikan, administrasi barang dan perlengkapan dinas, pelaksanaan administrasi penggunaan dan pemakaian kendaraan dan Rumah Dinas serta penggunaan kantor;
  3. Melaksanakan pengaturan urusan rumah tangga dan  keamanan lingkungan Dinas serta rumah dinas,  kantor;
  4. Melaksanakan tugas humas dan keprotokuleran dinas, mengumpulkan, mengelola, dan  menyimpan data kepegawaian Dinas;
  5. Mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai dinas dan bahan usulan kenaikan pangkat, gaji berkala pegawai., penyiapan bahan dan data pegawai yang akan mengikuti pendidikan pelatihan kepegawaian;
  6. Mempersiapkan bahan pemberhentian, teguran  pelanggaran disiplin, pensiun dan surat cuti pegawai Dinas;
  7. Melaksanakan pengelolaan perpustakaan Dinas;
  8. Melaksanakan pengurusan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, inventarisasian perlengkapan Dinas;
  9. Melaksanakan pemeliharaan dan perawatan gedung kantor, perlengkapan dan kendaraan Dinas;
  10. Menyelenggarakan administrasi kepegawaian meliputi penempatan, kenaikan pangkat, gaji berkala;
  11. Mempersiapkan bahan dan rencana kesejahteraan pegawai serta Mengatur kehadiran pegawai;
  12. Membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urutan Kepegawaian (DUK) dan bahan pembuatan DP-3 setiap pegawai;
  13. Mengevaluasi hasil Program kerja;
  14. Menyusun Laporan  hasil kegiatan;
  15. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.


5. Sub Bagian Keuangan


(1)  Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian, mempunyai tugas melaksanakan urusan Penata Usahaan Administrasi Keuangan serta merumuskan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas,  melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas-tugas di Sub Bagian serta membuat laporan secara berkala.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi :

a.   Pelaksanaan kebijakan teknis Sub Bagian;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Sub Bagian;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan Staf dalam lingkup Sub Bagian;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan Staf   lingkup Sub Bagian.


Uraian Tugas Kepala Sub Bagian Keuangan  , adalah sebagai berikut:

  1. Membuat  rencana operasionalisasi program kerja Sub Bagian Keuangan;
  2. Membuat daftar  usulan kegiatan;
  3. Membuat daftar gaji lingkup Dinas Peternakan dan Perikanan;
  4. Menyiapkan proses administrasi terkait dengan penatausahaan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
    1. Menyiapkan pembukuan setiap transaksi keuangan pada buku kas umum;
    2. Melaksanakan perbendaharaan keuangan Dinas;
    3. Melaksanakan Pengendalian pelaksanaan tugas pembantu pemegang kas;
    4. Mengajukan SPP untuk pengisian kas, SPP beban tetap dan SPP gaji atas persetujuan pengguna anggaran (kepala satuan kerja perangkat daerah/lembaga teknis daerah yang ditetapkan sebagai pengguna anggaran dengan Keputusan Bupati;
      1. Memeriksa pembayaran  gaji SKPP pegawai yang mutasi;
      2. Mendistribusikan uang kerja kegiatan kepada pemegang kas kegiatan sesuai dengan jadwal kegiatan atas persetujuan pengguna anggaran;
      3. Melaksanaan kegiatan  meneliti, mengoreksi dan menandatangani Surat Pertanggungjawaban (SPJ) atas penerimaan dan pengeluaran kas beserta lampirannya dan laporan bulanan;
      4. Mengevaluasi hasil Program kerja;
        1. Membuat Laporan  hasil kegiatan;
        2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.


6.Bidang Peternakan


(1) Bidang Peternakan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas membina dan mengkoordinir Kepala Kepala Seksi dilingkup Bidang Peternakan, serta Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Peternakan.

(2)  Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Peternakan, mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan kegiatan produksi peternakan;
  2. Penyelenggaraan  kegiatan penyebaran dan pengembangan;
  3. Penyelenggaraan kegiatan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner


Uraian Tugas Kepala Bidang Peternakan  , adalah sebagai berikut:

  1. Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Bidang Peternakan;
  2. Menyelenggarakan rencana kerja Bidang;
  3. Melaksanakan Pembibitan  dan peningkatan produksi peternakan;
  4. Melakukan kegiatan penyebaran dan pengembangan peternakan;
  5. Pemantauan dan inventarisasi potensi wilayah sumber ternak bibit;
  6. Melakukan penanggulangan wabah Penyakit Hewan menular dan penyakit Hewan zoonosis
  7. Mendistribusikan tugas dan mengarahkan pelaksanaan tugas kepala seksi;
  8. Memantau, mengendalikan, membina kegiatan kepala seksi;
  9. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Bidang dan antar seksi dalam Bidang;
  10. Menyusun rencana kerjasama dengan  instansi ,badan usaha dalam rangka pengembangan dan peningkatan produksi peternakan;
  11. Menyusun  petunjuk teknis, bimbingan pengusahaan kegiatan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner;
  12. Melakukan penilaian terhadap hasil dan prestasi kerja dalam DP3;
  13. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
  14. Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahannya;
  15. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.


6.1 Seksi Produksi Peternakan


(1)     Seksi Produksi Peternakan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Produksi Peternakan.

2).     Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Produksi Peternakan  mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan kebijakan teknis Seksi  Produksi Peternakan;

b.  Penyelenggaraan program dan kegiatan  Produksi Peternakan.

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan   Staf lingkup Seksi Produksi Peternakan;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan Staf lingkup  Seksi Produksi

Peternakan.


Uraian Tugas Kepala Seksi Produksi Peternakan  , adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang  pelaksanaan tugas;

b.   Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Seksi Produksi Peternakan;

c.   Menyelenggarakan rencana kerja Seksi Produksi Peternakan;

  1. Melaksanakan kegiatan Peningkatan produksi peternakan;

e.  Mendistribusikan tugas, mengarahkan pelaksanaan tugas kepada Staf;

  1. Memantau, mengendalikan, membina kegiatan Staf;
  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Seksi lain dalam lingkup Bidang

Peternakan;

  1. Melakukan bimbingan produksi dan penggunaan pakan dan bahan baku konsentrat;
  2. Melakukan bimbingan Penerapan dan pengawasan standar bibit ternak;
  3. Menyusun rencana kerjasama dengan  instansi ,badan usaha dan pemerhati

peternakan dalam rangka pengembangan peningkatan produksi peternakan;

k.   Melaksanakan perbaikan mutu dan genetik ternak dan rekayasa teknologi tepat guna (Inseminasi buatan,Progeny test Transfer Embiro)

l.    Melaksanakan sertifikasi tenaga ahli perbibitan

m.  Melakukan bimbingan produksi hijauan makanan ternak ( HMT)

n.   Menyusun  rekomendasi paket teknologi anjuran pada  peningkatan produksi   peternakan;

o.   Menginventarisasi permasalahan Seksi Produksi Peternakan dan mencari

pemecahannya;

p    Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan ;

q   Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahannya;

r     Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.


6.2 Seksi Penyebaran dan Pengembangan


(1)  Seksi Penyebaran dan Pengembangan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Penyebaran dan Pengembangan .

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan program dan kegiatan Seksi Penyebaran dan Pengembangan;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi Penyebaran dan Pengembangan;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan

Staf lingkup Seksi Penyebaran dan Pengembangan;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan Staf lingkup  Seksi Penyebaran dan  Pengembangan.


Uraian Tugas Kepala Seksi Penyebaran dan Pengembangan  , adalah sebagai berikut:

a. Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang pelaksanaan tugas;

  1. Menyiapkan rancangan Rencana Strategis Seksi Penyebaran dan Pengembangan;
  2. Menyiapkan rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Seksi Penyebaran dan Pengembangan;
  3. Mengkoordinasikan Rancangan Rencana Strategis dan Rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Seksi dengan Kepala Bidang Peternakan, Kepala Seksi Produksi Peternakan dan Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner;
  4. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja dilingkup seksinya;
  5. Menyelenggarakan  bimbingan dan pengawasan penyebaran dan pengembangan serta rebusi ternak;
  6. Pemantauan dan pengawasan distribusi ternak bibit yang dilakukan pemerintah maupun swasta;
  7. Memeriksa kegiatan yang berhubungan dengan Pengembangan Produksi  agar sesuai dengan  rencana serta ketentuan yang berlaku;
  8. Melaksanakan bimbingan dan Pelatihan tentang Penyebaran dan Pengembangan peternakan di wilayah kabupaten;
  9. Melaksanakan  koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan usaha penyebaran dan pengembangan peternakan;
    1. Memeriksa kemajuan kegiatan penyebaran dan pengembangan Produksi peternakan;
    2. Pemberian rekomendasi usaha bidang peternakan, rekomendasi pemasukan dan pengeluaran Hewan/ternak dari dan keluar kabupaten
    3. Menginventarisasi permasalahan di bidang penyebaran dan pengembangan peternakan dan mencari pemecahannya;
    4. Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan tugas kepada atasan;
    5. Melaksanakan  tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
    6. Melakukan Redistribusi terhadap Ternak Pemerintah yang di alokasikan kepada masyarakat /kelompok


6.4 Seksi  Keswan dan Kesmavet


(1)  Seksi Keswan dan Kesmavet dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Keswan dan Kesmavet.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi Keswan dan Kesmavet mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan program dan kegiatan Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan      Masyarakat veteriner;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan Staf dalam lingkup Seksi Keswan dan Kesmavet;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf dalam lingkup Kesehatan Hewan dan Kesehatan  Masyarakat veteriner.

uraian Tugas Kepala Seksi Keswan dan Kesmavet, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang  pelaksanaan tugas;

b.  Menyiapkan rancangan Rencana Strategis Seksi Kesehatan Hewan  dan Kesehatan masyarakat Veteriner;

  1. Menyiapkan rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Seksi Kesehatan Hewan  dan Kesehatan masyarakat Veteriner;
  2. Mengkoordinasikan Rancangan Rencana Strategis dan Rancangan Rencana Anggaran Satuan Kerja Seksi dengan Kepala Bidang Peternakan, Kepala Seksi Produksi Peternakan dan Kepala Seksi Penyebaran dan Pengembangan;
  3. Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja dilingkup seksinya;

Membagi tugas kepada bawahan, agar dicapai keberhasilan tugas Seksi dalam  membina pekerjaan bawahan;

  1. Memberi petunjuk kepada bawahan dalam  menyusun pengelolaan kegiatan Kesehatan Hewan  dan Kesehatan masyarakat Veteriner;
  2. Melakukan pengamatan dan pencatatan kejadian penyakit hewan lingkup kabupaten;
  3. Penyelidikan efideomologi penyakit hewan parasit, bakteri, virus dan penyakit hewan lainnya;
  4. Melakukan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner;

j.    Melakukan pemetaan penyakit hewan;

k.   Melakukan pemantauan dan pengawasan penerapan standar-standar teknis pasar hewan dan unit-unit pelayanan kesehatan hewan;

l.    Menanggulangi wabah /penyakit hewan menular dan penyakit hewan zoonisis

m.  Melakukan pengawasan peredaran lalu lintas produk hewan dari/keluar kabupaten

n.   Melakukan pengawasan praktek hygiene sanitasi produsen produk asal hewan ( PAH)

o.   Melaksaanakan pengawasan penarapan teknis RPH dan RPU,rumah sakit hewan/unit pelayanan Keehatan Hewan (Keswan) Terpadu,Pet Shop,Poltry shop dan distributor obat hewan

p.   Menginventarisasi alat dan mesin peternakan,kesehatan hewan dan kesmavet di wilayah kabupaten;

q.  Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;

r.   Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.


7. Bidang Perikanan


(1)  Bidang Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas; membina dan mengkoordinir Kepala Kepala Seksi dilingkup Bidang Perikanan, serta Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Perikanan.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Perikanan, mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan kegiatan Produksi Perikanan;
  2. Penyelenggaraan  kegiatan Pembenihan;
  3. Penyelenggaraan kegiatan Perlindungan Sumber Daya Ikan.


Uraian Tugas Kepala Bidang Perikanan, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang pelaksanaan tugas;

  1. Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Bidang Perikanan;
  2. Menyelenggarakan pembangunan perikanan lingkup kabupaten;
  3. Melaksanakan peningkatan produksi, pembenihan  ikan;
  4. Melakukan kegiatan perlindungan sumber daya ikan;
  5. Pemantauan dan inventarisasi potensi wilayah sumber perikanan;
  6. Mendistribusikan tugas dan mengarahkan pelaksanaan tugas kepala seksi;
  7. Memantau, mengendalikan, membina kegiatan kepala seksi;
  8. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Bidang dan antar seksi dalam Bidang;
  9. Menyusun rencana kerjasama dengan  instansi ,badan usaha dalam rangka pengembangan dan peningkatan produksi perikanan;
  10. Menyusun  petunjuk teknis, bimbingan pengusahaan kegiatan perikanan;
  11. Melakukan penilaian terhadap hasil dan prestasi kerja dalam DP3;
  12. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;
  13. Mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahannya;
  14. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

7.1 Seksi Produksi Perikanan


(1)  Seksi Produksi Perikanan dipimpin oleh seorang Kepala seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Produksi Perikanan.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Produksi Perikanan  mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan program dan kegiatan Seksi Produksi Perikanan;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan

Staf lingkup Seksi  Produksi Perikanan.

 


Uraian Tugas Kepala Seksi Produksi Perikanan, adalah sebagai berikut :

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang pelaksanaan tugas;

b.  Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Seksi Produksi Perikanan;

c.   Menyelenggarakan rencana kerja Seksi Produksi Perikanan;

  1. Melaksanakan kegiatan Peningkatan produksi;

e.  Mendistribusikan tugas, mengarahkan pelaksanaan tugas kepada Staf;

f.    Peramalan dan perhitungan produksi hasil perikanan;

  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Seksi lain dalam lingkup Bidang

Perikanan;

  1. Melakukan bimbingan produksi dan penggunaan pakan dan bahan baku konsentrat;
  2. Menetapkan pemanfaatan lahan tata ruang dan tata guna lahan perikanan;
  3. Memberikan bimbingan eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengolahan kekayaan perikanan sungai dan rawa di wilayah kabupaten;
  4. Menyusun rencana kerjasama dengan  instansi ,badan usaha dan pemerhati

Perikanan  dalam rangka pengembangan peningkatan produksi perikanan;

l.    Menyusun  rekomendasi paket teknologi anjuran pada  peningkatan produksi   perikanan;

m. Menginventarisasi permasalahan Seksi Produksi Perikanan dan mencari jalan

pemecahannya;

n.   Mengawasi mutu pakan dan bahan baku pakan dalam peredaran;

o.  Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan ;

p.  Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.


7.3 Seksi Pembenihan


(1)  Seksi Pembenihan dipimpin oleh seorang Kepala seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Pembenihan.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi mempunyai  fungsi :

a.   Penyusunan program dan kegiatan Seksi Pembenihan;

b.   Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.   Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan, evaluasi  program dan kegiatan Staf lingkup  Seksi Pembenihan;

 

Pasal 25

Uraian Tugas Kepala Seksi Pembenihan, adalah sebagai berikut:

a.      Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang pelaksanaan tugas;

b.      Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Seksi Pembenihan;

c.      Menyelenggarakan rencana kerja Seksi Pembenihan;

  1. Melaksanakan kegiatan Peningkatan produksi benih ikan;

e.      Mendistribusikan tugas, mengarahkan pelaksanaan tugas kepada Staf;

f.       Memantau, mengendalikan, membina kegiatan Staf;

g.      Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Seksi lain dalam lingkup Bidang Perikanan;

h.      Memberikan izin produksi benih ikan serta mendistribusikan dan mengelola induk pokok;

i.       Membangun dan mengelola Balai Benih Ikan (BBI) lokal;

j.       Memberikan bimbingan penerapan standar-standar teknis dan sertifikasi perbenihan meliputi sarana, tenaga kerja, mutu dan metode;

k.      Mengawasi peredaran mutu benih dan memberikan bimbingan produksi;

m.     Menginventarisasi permasalahan Seksi Pembenihan dan mencari

pemecahannya;

o.      Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan ;

p.      Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

 


7.4 Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan

(1)  Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan dipimpin oleh seorang Kepala seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Perlindungan Sumber Daya Ikan.

(2)  Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Perlindungan Sumber Daya Ikan mempunyai fungsi :

a.  Penyusunan program dan kegiatan Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan, evaluasi   program dan kegiatan   Staf lingkup  Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan.

Pasal 27

Uraian Tugas Kepala Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang   pelaksanaan tugas;

b.   Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan;

c.   Menyusun rencana kerja Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan;

d. Memberikan bimbingan teknis pengembangan lahan konservasi tanah air dan rehabilitasi lahan kritis di kawasan perikanan;

e.   Menyusun rencana Sasaran areal dan lokasi kegiatan pengembangan lahan, rehabilitasi lahan kritis dan konservasi perairan umum;

f.   Memantau, mengendalikan, membina kegiatan Staf;

g.   Mengamati, mengidentifikasi, pemetaan, pengendalian dan memberikan bimbingan cara penanggulangan hama dan penyakit ikan;

  1. Memantau, mengawasi dan menanggulangi dampak, peredaran, penggunaan dan pemusnahan pestisida;

i.    Menginventarisasi permasalahan Seksi Perlindungan Sumber Daya Ikan dan mencari  pemecahannya;

j.    Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan ;

k.  Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

 


8. Bidang  Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi


 

(1)  Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas; membina dan mengkoordinir Kepala Kepala Seksi dilingkup Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi, serta Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Penerapan Tehnologi

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi, mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan kegiatan kelembagaan dan tata penyuluhan;

b.   Penyelenggaraan  kegiatan penerapan tehnologi;

c.   Penyelenggaraan kegiatan informasi dan pelayanan tehnologi.

Pasal 29

Uraian Tugas Kepala Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang  pelaksanaan tugas;

  1. Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Bidang Kelembagaan dan Penerapan Tehnologi;
  2. Menyelenggarakan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
  3. Menyusun bahan pedoman, petunjuk teknis dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan kelembagaan dan tata penyuluhan, penerapan tehnologi serta memberikan informasi dan pelayanan tehnologi peternakan dan perikanan;
  4. Memberi bimbingan kelembagaan usaha tani ternak dan perikanan serta tata penyuluhan;
  5. Memberi bimbingan penerapan tehnologi dan pelayanan tehnologi di bidang peternakan dan perikanan;
  6. Memberikan bimbingan teknis pengumpulan, pengolahan dan penyajian data statistik peternakan dan perikanan;
  7. Melaksanakan koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan Usaha kelembagaan dan tata penyuluhan ditingkat Kabupaten;
  8. Menyelenggarakan pengembangan system informasi peternakan dan perikanan;

j.   Membuat program kerja dan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;

k.  Membina, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahannya;

  1. Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahkan oleh atasan.


Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan

Pasal  30

(1)  Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Kelembagaan dan Tata Penyuluhan.

(2)  Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Kelembagaan dan Tata Penyuluhan  mempunyai fungsi :

a.  Penyusunan program dan kegiatan Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan.


Uraian Tugas Kepala Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan, adalah sebagai berikut:

a. Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang  pelaksanaan tugas;

b.   Menetapkan kebijakan pengelolaan kelembagaan dan tata penyuluhan di bidang peternakan dan perikanan;

  1. Membuat rencana kegiatan tahunan Seksi Kelembagaan dan Tata Penyuluhan;
  2. Melaksanakan  bimbingan teknis terhadap pelaksanaan kegiatan tata penyuluhan kepada kelompok tani ternak dan perikanan di wilayah kabupaten;

e.   Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kebijakan dan pedoman penyebaran dan pengembangan peternakan dan perikanan di tingkat kabupaten;

f.    Bimbingan kelembagaan usaha tani ternak dan perikanan, manajemen usaha dan kerjasama usaha  tani lintas kab / prov;

g.   Membimbing para penyuluh dalam penyusunan program penyuluhan peternakan dan perikanan;

h.  Membimbing dalam kajian terapan teknologi peternakan dan perikanan untuk materi penyuluhan;

i.   Melaksanakan supervisi/pembinaan dan penilaian angka kredit para penyuluh peternakan dan perikanan secara terpadu dengan pejabat struktural yang tekait;

j.    Menyiapkan petunjuk informasi pengembangan penyuluhan peternakan dan perikanan;

k.   Membuat program kerja dan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;

l.    Melaksanakan  tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 2

Seksi Penerapan Tehnologi

Pasal  32

(1)  Seksi Penerapan Tehnologi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Penerapan Tehnologi.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Penerapan Tehnologi  mempunyai fungsi :

a.  Penyusunan program dan kegiatan Seksi Penerapan Tehnologi;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi Penerapan Tehnologi;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan Staf lingkup  Seksi Penerapan Tehnologi.


Uraian Tugas Kepala Seksi Penerapan Tehnologi, adalah sebagai berikut:

a.  Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang  pelaksanaan tugas;

b.  Menginventarisasikan, mensistimatisasikan, menganalisis dan menyajikan data   yang   berhubungan dengan kegiatan penerapan tehnologi di bidang peternakan dan perikanan;

c.   Membuat rencana dan program kerja tahunan Seksi Penerapan Tehnologi;

d.  Menyiapkan bahan pembinaan dan bimbingan teknis penerapan tehnologi  kepada kelompok tani ternak dan perikanan;

e.   Memberi petunjuk operasional penggunaan teknologi pengembangan produksi peternakan dan perikanan  kepada masyarakat peternak;

f.    Menyiapkan bahan penyusunan rancangan kebijaksanaan, pembinaan dan bimbingan teknis, penerapan tehnologi peningkatan  produksi peternakan dan perikanan;

g.  melakukan pembinaan kelompok tani dalam bidang bimbingan penerapan tehnologi usaha pengembangan peternakan dan perikanan;

h.   Mencari informasi teknologi baru yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas peternakan dan perikanan

i.    Menginventarisir permasalahan yang ada dan mencari pemecahannya;

j.    Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;

k.   Melaksanakan  tugas lain yang diberikan oleh atasan.

 


Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi


(1)  Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Informasi dan Pelayanan Tehnologi.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Informasi dan Pelayanan Tehnologi  mempunyai fungsi :

a.  Penyusunan program dan kegiatan Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi.

Pasal  35

Uraian Tugas Kepala Seksi Informasi dan Pelayanan Tehnologi, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang

pelaksanaan tugas;

c.   Menginventarisasikan, mensistimalisasikan, menganalisis dan menyajikan data   yang   berhubungan dengan pelayanan informasi dan tehnologi peternakan dan perikanan;

d.   Membuat rencana dan program kerja tahunan Seksi  Informasi dan Pelayanan Tehnologi;

e.   Melakukan bimbingan tehnis pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data statistik peternakan dan perikanan;

f.    Pembinaan dan pengawasan sistem informasi di bidang peternakan dan perikanan;

g.   Penyelenggaraan pengembangan rekayasa tehnologi pengelolaan bidang peternakan dan perikanan;

h.   Pengembangan sistem informasi penggunaan dan peredaran alat dan mesin di bidang pengelolaan peternakan dan perikanan;

i.    Melaksanakan bimbingan dan pengendalian operasional pelayanan informasi dan pelayanan tehnologi di bidang peternakan dan perikanan;

j.    Menginventarisir permasalahan yang ada dan mencari pemecahannya;

k.   Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;

l.    Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.

 

Bagian Keenam

Bidang  Pengolahan dan Pemasaran Hasil

Pasal  36

 

(1)  Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil dipimpin oleh seorang Kepala Bidang  mempunyai tugas; membina dan mengkoordinir Kepala Kepala Seksi dilingkup Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, serta Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Pegolahan dan Pemasaran Hasil.

(2)  Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan kegiatan permodalan dan perkreditan;

b.   Penyelenggaraan  kegiatan pengolahan hasil;

c.   Penyelenggaraan kegiatan promosi, pemasaran dan pelayanan usaha.


Uraian Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil, adalah sebagai berikut:

a. Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang

pelaksanaan tugas;

  1. Merencanakan Operasionalisasi rencana kerja Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil;
  2. Menyelenggarakan rencana kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya;
  3. Menyusun bahan pedoman, petunjuk teknis dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan Permodalan dan perkreditan, pengolahan hasil dan melakukan promosi, pemasaran dan pelayanan usaha;
  4. Meningkatkan pengolahan hasil dan mengembangkan promosi pemasaran hasil peternakan dan perikanan;
  5. Mengembangkan permodalan dan pemasaran terhadap pengembangan hasil usaha peternakan dan perikanan;
  6. Menata dan membina  pelayanan usaha peternakan dan perikanan;
  7. Mengembangkan Sistem promosi keluar daerah di bidang produksi, pengolahan hasil dan pemasaran peternakan dan perikanan;
  8. Membina, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas  Seksi lingkup Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil;

j.    Menginventarisir permasalahan yang ada dan mencari pemecahannya

k.   Membuat program kerja dan laporan pelaksanaan tugas kepada pimpinan;

l.    Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.


Seksi Permodalan dan Perkreditan


(1)  Seksi Permodalan dan Perkreditan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Permodalan dan Perkreditan.

(2)  Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Permodalan dan Perkreditan  mempunyai fungsi :

a.   Penyusunan program dan kegiatan Seksi Permodalan dan Perkreditan;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Seksi Permodalan dan Perkreditan.

Pasal 39

Uraian Tugas Kepala Seksi Permodalan dan Perkreditan, adalah sebagai berikut:

a. Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas;

b.  Melaksanakan  rencana kegiatan Seksi Permodalan dan Perkreditan;

  1. Melaksanakan  pengembangan  permodalan dan  usaha perkreditan untuk menunjang pengembangan usaha;
  2. Mencari usaha permodalan dan perkreditan untuk usaha pengembangan peternakan dan perikanan;
  3. Melaksanakan bimbingan dan pelatihan tentang pengembangan modal dan perkreditan usaha peternakan dan perikanan kepada kelompok peternak ;
  4. Melaksanakan analisis kebutuhan modal dalam pengembangan usaha;
  5. Menginventarisasi permasalahan yang ada dan mencari pemecahannya;
  6. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;
  7. Melaksanakan  tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.

Paragraf 2

Seksi Pengolahan Hasil

Pasal  40

(1)  Seksi Pengolahan Hasil dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Pengolahan Hasil.

(2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Pengolahan Hasil  mempunyai fungsi :

a.  Penyusunan program dan kegiatan Seksi Pengolahan Hasil;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Seksi Pengolahan    Hasil.

 


Uraian Tugas Kepala Seksi Pengolahan Hasil, adalah sebagai berikut:

a.   Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang   pelaksanaan tugas;

b.  Menyiapkan biaya rencana kebijaksanaan, pembinaan dan bimbingan teknis pengolahan hasil  dan analisis pasar serta pengembangan pusat – pusat kawasan hasil peternakan  dan perikanan;

c.     Memberi petunjuk kepada bawahan dalam  menyusun pengelolaan hasil Produksi peternakan dan perikanan;

d. Memeriksa kegiatan yang berhubungan dengan Pengolahan Hasil agar sesuai dengan  rencana serta ketentuan yang berlaku;

e.   Melaksanakan bimbingan dan Pelatihan tentang Pengembangan Produksi dan Pengolahan Hasil;

f.   Melaksanakan  pemeriksaan terhadap mutu pengolahan hasil yang diproduksi oleh kelompok tani  untuk dipromosikan;

g.   Melakukan bimbingan teknis pengolahan hasil yang baik kepada para kelompok peternak   sesuai dengan standarisasi mutu yang berkualitas eksport;

h.   Memberi bimbingan penerapan tehnologi pengolahan hasil peternakan dan perikanan kepada masyarakat;

i.    Memberikan izin usaha pengelolah hasil Ternak dan Ikan

j.    Melakukan pengawasan teknis tentang mutu hasil olahan peternakan dan perikanan

k.   Mengajukan saran kepada atasan sesuai dengan bidang  tugasnya;

l.    Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya;

m. Membuat dan laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;

n.   Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.


Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan Usaha


1)   Seksi Promosi,Pemasaran dan Pelayanan Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan di bidang Promosi,Pemasaran dan Pelayanan Usaha.

2) Dalam menyelenggarakan  tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi  Promosi, Pemasaran dan Pelayanan  Usaha  mempunyai fungsi :

a. Penyusunan program dan kegiatan Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan Usaha;

b.  Pelaksanaan program dan kegiatan Seksi;

c.  Pembinaan, pengkoordinasian , pengendalian, pengawasan  program dan kegiatan    Staf lingkup Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan Usaha;

d.   Pelaksanaan evaluasi  program dan kegiatan  Staf lingkup Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan  Usaha.

 


Uraian Tugas Kepala Seksi Promosi,Pemasaran dan Pelayanan Usaha, adalah sebagai berikut:

a. Mempelajari Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya   untuk menunjang   pelaksanaan tugas;

b.  Melaksanakan  rencana kegiatan Seksi Promosi, Pemasaran dan Pelayanan Usaha;

  1. Melaksanakan  kegiatan promosi  dan   pemasaran hasil produksi peternakan dan perikanan;
  2. Memantau  harga hasil produksi peternakan dan perikanan  ditingkat peternak , pedagang dan eksportir;
  3. Mengumpulkan informasi pasar dari berbagai sumber, menelaah, menganalisa dan menyebarluaskannya;
  4. Menyiapkan bahan promosi hasil produksi peternakan dan perikanan   untuk pemasaran di luar daerah ;

g.   Mengumpulkan data harga di pasaran  dan menyampaikan informasi pemasaran yang sesuai dengan standarisasi mutu yang berkualitas eksport;

h.   Melaksanakan analisis dan promosi pasar terhadap hasil -hasil produksi dari para peternak;

i.    Menginventarisasi permasalahan yang ada dan mencari pemecahannya;

j.    Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;

k.   Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.

 


Kelompok Jabatan Fungsional


 

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian Tugas Dinas Peternakan dan Perikanan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

Bagian Kedelapan

Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD)

Pasal  45

 

Unut Pelayanan Teknis Dinas mempunyai tugas melaksanakan sebagaian Tugas Dinas Peternakan dan Perikanan   sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

 

 

BAB  IV

TATA KERJA

Pasal  46

 

(1)         Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati ;

(2)         Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten atas pelimpahan wewenang dari Bupati.

Pasal  47

 

 

(1)     Pimpinan Satuan organisasi melaksanakan tugasnya berdasarkan kebijaksanaan umum yang ditetapkan oleh Bupati sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

(2)     Bilamana Pimpinan Satuan organisasi memandang perlu untuk mengadakan perubahan kebijaksanaan, maka hal tersebut diajukan kepada Bupati untuk mendapatkan keputusan.

Pasal  48

 

 

Dalam Melaksanakan tugasnya pimpinan satuan organisasi  wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkup masing-masing maupun antar satuan organisasi dilingkup Pemerintah Daerah serta dengan Instansi lain di Luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas masing-masing.

 

Pasal  49

 

Pimpinan Satuan Organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan, agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pasal  50

 

Pimpinan Satuan Organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing serta memberikan bimbingan dan petunjuk untuk pelaksanaan tugas bawahannya.

 

 

 

 

 

Pasal  51

 

Pimpinan Satuan Organisasi wajib mengikuti, mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

Pasal 52

 

Laporan yang diterima  Pimpinan Satuan Organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut serta untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahannya.

 

 

Pasal  53

 

 

Dalam menyampaikan laporan, Pimpinan Satuan Organisasi wajib melaporkan kepada atasan,  tembusan laporan disampaikan pula kepada Satuan Organisasi Lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: